Showing posts with label Astronomi. Show all posts
Showing posts with label Astronomi. Show all posts

Teleskop Terbesar Sekaligus Termahal, Tertinggi, dan Terkuat di Dunia

Teleskop adalah alat optik yang biasa digunakan oleh manusia untuk melihat benda yang jaraknya sangat jauh. Karena kelebihannya inilah teleskop digunakan untuk tujuan pengamatan atau observasi terhadap benda-benda langit yang berada jauh diluar angkasa. 

Sejak pertama kali diciptakan hingga saat ini telah tercipta banyak teleskop-teleskop dengan berbagai ukuran, dari yang kecil hingga besar, dan berbagai jenis. Penemu teleskop pertama kali masih belum jelas, namun Galileo -lah yang diakui sebagai orang pertama yang menggunakan teleskop untuk tujuan astronomis. Tapi tahukan anda teleskop terbesar sekaligus termahal, tertinggi, dan terkuat didunia?

ALMA ( Array Atacama Large Milimeter )

Perbandingan-perbandingan teleskop didunia.

ALMA adalah sebuah teleskop terbesar sekaligus termahal, tertinggi, dan terkuat didunia. Bahkan proyek pembuatan ALMA merupakan proyek astronomi terbesar sepanjang sejarah manusia. Dengan predikat teleskop tercanggih didunia maka tak heran misi dari teleskop ALMA adalah memecahkan misteri dari mana manusia berasal dan bagaimana proses penciptaan alam semesta. Termasuk asal-usul unsur terciptanya matahari, bintang, planet, dan manusia.

ALMA Dibangun jauh di gurun Chile, di salah satu tempat terkering di Bumi, ALMA berada pada ketinggian 16.400 kaki, kira-kira setengah tinggi jelajah pesawat jet jumbo. Rangkaian teleskop ALMA, terdiri dari 66 antena raksasa yang mengumpulkan gelombang radio samar dari angkasa luar untuk diproses oleh superkomputer.

Gurun Chili dipilih karena merupakan salah satu dari sedikit tempat di dunia di mana masih mungkin untuk menemukan lokasi yang tinggi, kering, dan tidak terpengaruh oleh polusi dari cahaya buatan. Kekeringan ini sangat penting karena kelembaban di udara bisa menyerap gelombang radio yang dicoba untuk ditangkap.

Termahal

Ilustrasi : ALMA

ALMA ( Array Atacama Large Milimeter ) adalah teleskop termahal. Ini karena dalam pembuatan ALMA dibutuhkan dana £1 miliar, atau setara Rp14,5 triliun. Untuk mendapatkan uang sebanyak itu maka proyek ini pun menjadi kerjasama internasional.

Teleskop raksasa ini merupakan hasil kolaborasi dari negara-negara di Eropa, Asia Timur, dan Amerika Utara, yang menyumbang sebesar £950 juta, setara Rp13,771 triliun, sedangkan Inggris menyumbang £65.000, setara Rp941 juta.

Cara Kerja

Dengan mengumpulkan gelombang radio bukannya cahaya optik, ALMA dapat melihat melalui awan debu padat dari kedalaman ruang angkasa. Ini akan memberikan para astronom sekilas galaksi setelah dentuman besar (Big Bang). Dari sini juga dapat melihat bagaimana individu bintang dan planet terbentuk.

Hal ini juga akan memberitahu kita lebih banyak tentang dari mana kehidupan berasal dengan mencari jejak senyawa dari air hingga bahan kimia yang sama yang ada pada DNA. "Dikatakan kita semua terbuat dari debu," kata Brian Ellison, dari Science and Technology Facilities Council.


Wajah Semesta pada Masa Lalu di Indahnya Langit Malam




Semesta terdiri dari beribu-ribu bahkan berjuta-juta bintang, galaksi, planet, meteorit, maupun awan kosmik. Manusia mengetahui apa itu semesta dari apa yang dilihat diatas langit yang indah dimalam hari. Disaat malam yang cerah maka terlihatlah indahnya wajah semesta di kubah besar diatas kepala kita dengan berbagai warna cahaya yang berkerlap-kerlip.

Tapi tahukah kita bahwa apa yang kita lihat di indahnya langit malam itu hanya masa lalu. Apa yang terjadi dikubah besar itu pada detik ini tak ada yang tahu. Pada saat ini yang kita ketahui apa yang terjadi di kubah itu hanyalah bulan yang sedang bersinar pada detik ini. Itu karena memang jaraknya yang dekat sehingga cahaya yang dipancarkan tak memiliki jeda waktu yang lama.

Semesta yang kita lihat dilangit malam merupakan benda yang dapat kita lihat namun tidak dapat kita sentuh maupun kita manipulasi di laboratorium untuk penelitian. Maka yang dapat kita lakukan adalah mengamatinya dengan mata dan alat bantu mikroskop atau mengirim benda ke luar angkasa sebagai pengamat secara langsung.  Mata yang kita gunakan untuk mengamati semesta secara langsung menggunakan rangsangan cahaya untuk melihat. Sedangkan, kecepatan cahaya terbatas hanya 300.000 km/detik (dibulatkan).


Pada saat kita melihat langit malam yang cerah, mungkin yang kita tahu keadaannya pada detik ini hanyalah bulan. Jarak bulan yang hanya 384.400 km menyebabkan cahaya yang dipancarkannya sampai dibumi hanya membutuhkan waktu 1 1/4 detik. waktu 1 1/4 detik ini diperoleh dari pembagian jarak bulan dengan kecepatan cahaya. Jadi, bulan yang kita lihat saat ini, itulah keadaan bulan 1 1/4 detik yang lalu.

Kenyataannya, di langit malam yang cerah terdapat cahaya-cahaya lain selain bulan. itulah cahaya bintang, galaksi, maupun planet-planet yang memantulkan cahaya dari bintang. Bintang yang paling dekat dengan bumi kita hanyalah matahari. Tapi, bagaimana dengan bintang-bintang lain dan galaksi yang kita lihat saat malam hari? Bintang lain dan galaksi tersebut jaraknya bisa bermilyar-milyar kilometer bahkan bertriliyun kilometer. Dengan jarak yang demikian jauh dan dengan kecepatan cahaya yang hanya 300.000 km/detik maka cahaya tersebut memiliki waktu tempuh untuk bisa sampai kebumi. Waktu tempuh inilah yang menyebabkan adanya perbedaan waktu dari saat cahaya bintang atau galaksi bersinar hingga sinar tersebut sampai ke mata kita yang berada dibumi.

Jadi, saat kita menyaksikan supernova yang terpantau dari bumi ataupun cahaya-cahaya indah dilangit malam. Sesungguhnya itu terjadi berjuta-juta bahkan bermilyar tahun yang lalu. Sesuai dengan jaraknya. Semakin jauh jaraknya maka akan semakin lama waktu tempuh untuk sampai kebumi. Maka. tak ada yang tahu apa yang terjadi pada bintang yang kita lihat pada detik ini.

Note : Bintang terdekat dengan bumi adalah Matahari dengan jarak 180 juta kilometer, maka membutuhkan waktu 600 detik hingga cahayanya sampai kebumi. jadi apabila matahari berhenti bersinar, kita baru merasakannya setelah 600 detik berlalu.

Penjelasan Lengkap Aurora dan 5 Tempat untuk Menikmatinya



Penjelasan Lengkap Aurora dan 5 Tempat untuk Menikmatinya - Aurora merupakan gejala alam dimana terlihat cahaya yang menari-nari indah dilangit dengan berbagai warna. Aurora adalah gejala alam yang biasanya terjadi di daerah kutub, baik kutub selatan maupun utara. Walaupun begitu, aurora sendiri seringkali terlihat didaerah atas pegunungan tropis, namun aurora jenis ini sangat jarang terjadi.

Baru-baru ini ditemukan bahwa ternyata aurora tidak hanya terdapat dibumi, namun di planet lain juga terdeksi memiliki fenomena alam ini. Bahkan hal ini sangat wajar terjadi diplanet-planet yang berada di galaksi Bima Sakti. Salah satunya yaitu aurora yang terdeteksi di Planet Jupiter. Bahkan aurora diplanet ini 100 kali lebih terang daripada yang ada dibumi.

Selain itu, bahkan di planet asing lain diperkirakan ada yang mencapai 100 ribu kali lebih terang dari pada aurora yang berada dibumi. Namun hal tesebut sangat sulit dideteksi karena sangat banyak planet-planet di Galaksi serta sangat jauhnya jarak planet-planet tersebut.


Proses Terjadinya Aurora


roket GREECE
Aurora adalah efek cahaya yang seolah-olah menari diatas langit dengan berbagai warna. Aurora sendiri terjadi di lapisan ionosfer. Dimana cahaya yang ditimbulkan merupakan akibat adanya interaksi antara medan magnetik sebuah planet dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari (angin surya).

Aurora tercipta karena  adanya miliaran partikel energi yang terdiri dari proton dan elektron dilontarkan matahari dengan kecepatan tinggi hingga 500 mil per detik dalam sebuah pancaran cahaya matahari. Pancaran ini biasa disebut dengan angin matahari atau solar wind yang terbentuk karena adanya ledakan besar dipermukaan matahari (Coronal Mass Ejection ).

Setelah melalui perjalanan ke bumi yang bisa bertahan hingga dua sampai tiga hari, partikel matahari dan medan magnet bumi yang saling bertumbukan menyebabkan pelepasan partikel yang sudah terjebak didekat bumi. kemudian, partikel yang terjebak tersebut memicu reaksi dibagian atas atmosfer (ionosfer) dimana molekul oksigen dan nitrogen beraksi dan melepaskan foton cahaya. Foton cahaya inilah yang kita lihat sebagai cahaya terang yang menari-nari diatas langit yang disebut aurora.

NASA sendiri sebagai organisasi terdepan yang melakukan penelitian tentang luar angkasa dan bumi masih melakukan berbagai penelitian tentang aurora ini. Diantaranya ialah melalui peluncuran rocket yang merupakan bagian dari misi Ground-to-Rocket Electrodynamics–Electron Correlative Experiment (GREECE) pada Maret tahun ini. Misi tersebut bertujuan untuk lebih memahami bagaimana aurora terbentuk.


Macam-Macam Aurora


Aurora sendiri hanya terdiri dari dua macam, yaitu aurora yang terjadi dikutub utara dan aurora yang terjadi di kutub selatan :

  • Aurora Borealis

    Aurora Borealis adalah aurora yang terjadi di kutub utara. Borealis sendiri merupakan bahasa yunani dari angin utara. Aurora berealis dapat dilihat didaerah arktik dimana meliputi negara Utara Kanada, Alaska, Rusia, dan Skandinavia.
  • Aurora Australis

    Seperti namanya, aurora ini sering terjadi di belahan bumi selatan. Maka tak heran namanya seperti negara didekat kutub selatan yaitu Australia. Selain itu, aurora jenis ini juga pernah terjadi digunung tertinggi di Indonesia.Pada aurora Australis mendapatkan namanya yang disesuaikan dengan dewa fajar Romawi, Aurora, yang juga merupakan kata Latin untuk fajar. Kemudian Australis berasal dari bahasa Latin yang berarti Selatan, sedangkan Aurora Australis secara harfiah berarti fajar, atau cahaya selatan.

Tempat-Tempat Indah untuk Menikmati Aurora di Sepanjang Tahun


Berikut ini adalah tempat-tempat yang dapat dikunjungi untuk melihat aurora. Namun uniknya, ditempat ini kita bisa melihat aurora sepanjang tahun, bukan dibulan-bulan tertentu seperti tempat lainnya. Jadi, bagi anda yang ingin malihat indahnya aurora, silahkan pergi ketempat ini.


5 Tempat untuk melihat aurora dikutip dari okezone.com :

1. Tromso, Norwegia

Anda bisa ikut tur yang memang mengejar sinar aurora. Lembaga turisme Norwegia, Mona Ravndal merekomendasikan perjalanan ke Hurtigruten, daerah Norwegian Coastal Steamer untuk meilhat aurora.

Sebuah pelayaran bernama "Northern Lights Cruise" biasanya hanya dilakukan pada bulan Desember, namun tur perjalanan selama 7 hari ke kota Tromso dan North Cape, daerah yang konon paling terang untuk melihat aurora, tersedia sepanjang tahun.

Pilihan lainnya adalah mengikut layanan travel dengan bus di dalam kota dan Ersfjorden yang berangkat menjelang tengah malam.

2. Yellowknife, Kanada

Jika Anda lebih tertarik untuk melihat aurora sambil menginap di kemah ala orang Indian, kunjungi taman Aurora Village di Yellowknife, Kanada.

Hanya 25 menit perjalanan dari pusat kota, tempat kemping ini menyediakan kemah teepee, lengkap dengan penghangat dan tempat duduk untuk Anda menikmati pemandangan fenomena sinar dengan latar belakang langit hitam.

3. Fairbanks, Alaska, Amerika Serikat

Pengalaman berbeda ditawarkan di sini. Salah satu cara paling menyenangkan untuk menikmati Aurora di Amerika Serikat adalah dengan sambil berendam di kolam air panas.

Fairbanks juga merupakan lokasi Geophysical Institute di University of Alaska, Fairbanks. Mereka merekomendasikan resor bernama Chena dan Manley Spring.

Chena memberi kemudahan perlengkapan dan konektivitas dengan bandara Fairbanks dengan shuttle bus. Hotel-hotel di daerah ini juga menyediakan layanan alarm untuk membangunkan para tamu di malam hari yang berniat melihat aurora.

4. Kangerlussuaq, Greenland

Wilayah dengan iklim cukup stabil dan langit cerah sepanjang tahun ini memberikan kesempatan untuk banyak orang menikmati indahnya cahaya aurora.

World of Greenland -- Arctic Circle (Wogac) menawarkan tur melihat cahaya utara ini mulai dari bulan Oktober hingga April. Di bulan Februari - April, mereka juga menawarkan ekspedisi dengan tarikan anjing ke daerah barat kota Sisimiut.

Menginap di Hotel Kangerlussuaq di bandara cukup nyaman, namun cenderung mahal. Hotel ini juga menawarkan tur ke arah puncak es. Jangan tutup tirai kamar Anda, karena kadang cahaya aurora bisa terlihat dengan jelas.

5. Wilayah selatan

Meski menjadi lokasi terbaik untuk melihat Aurora Australis, Antartika adalah yang paling sulit untuk didatangi, kecuali orang-orang tertentu yang memang datang untuk membantu penelitian dan peneliti itu sendiri. Perusahaan-perusahaan ekspedisi baru akan memulai tur setelah bulan Februari.

Selain itu, Anda juga bisa melihat sedikit cahaya aurora di Stewart Island, atau dikenal dengan pulau Rakiura oleh suku Maori. Dengan penghuni kurang lebih 400 orang, wilayah ini menawarkan pemandangan alam memukau.

Supernova : Bintang Pun Bisa Berkembang Biak dan Beranak


Alam Semesta dengan banyak bintang

Memang terdengar aneh, tapi inilah sebuah fakta. Bukan hanya makhluk hidup saja yang bisa berkembang biak. Tapi bintang pun bisa berkembang biak. Secara harfiah berkembang biak adalah cara makhluk hidup untuk mempertahankan populasi spesiesnya agar tidak punah, demikian pun bintang. Namun bedanya, bintang tidak melalui proses perkawinan karena menurut klasifikasi manusia mereka bukanlah makhluk hidup.

Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri. Contoh bintang yang sering kita lihat ialah matahari. Lalu bagaimana bintang berkembang biak? Mereka berkembang biak dengan suatu proses ledakan bintang yang dinamakan Nova. Nova atau ledakan bintang yang besar dari biasanya disebut dengan Supernova. Supernova inilah yang membuat kehidupan baru dialam semesta sana seperti bintang baru, planet-planet, dan lubang hitam (black hole).


Proses Ledakan Supernova



Pembengkakan Bintang dan Ledakan Bintang Keples

Bintang yang sudah habis masa hidupnya maka akan meledak. Inilah proses perkembang biakan itu. Jadi apabila pada makhluk hidup berkembang biak dengan beranak maka bintang dengan meledak. Adapun prosesnya ialah :

  • Pembengkakan
    Sebelum meledak bintang akan membengkak. Hal ini disebabkan karena inti helium yang ada didalam bintang dikirimkan ke permukaan Sehingga bintang akan menjadi sebuah bintang raksasa yang amat besar, dan berwarna merah. Di bagian dalamnya, inti bintang akan semakin meyusut. Dikarenakan penyusutan ini, maka bintang semakin panas dan padat. 
  • Inti Besi
    Saat semua bagian inti bintang telah hilang, dan yang tertinggal di dalam hanyalah unsur besi, maka kurang dari satu detik kemudian suatu bintang memasuki tahap akhir dari kehancurannya. Ini dikarenakan struktur nuklir besi tidak memungkinkan atom-atom dalam bintang untuk melakukan reaksi fusi untuk menjadi elemen yang lebih berat.
  • Peledakan
    Pada tahap ini, suhu pada inti bintang semakin bertambah hingga mencapai 100 miliar derajat celcius. Kemudian energi dari inti ini ditransfer menyelimuti bintang yang kemudian meledak dan menyebarkan gelombang kejut. Saat gelombang ini menerpa material pada lapisan luar bintang, maka material tersebut menjadi panas. Pada suhu tertentu, material ini berfusi dan menjadi elemen-elemen baru dan isotop-isotop radioaktif.
  • Pelontaran
    Gelombang kejut akan melontarkan material-material bintang ke ruang angkasa
Muncullah Bintang dan Kehidupan Baru Alam Semesta



Ilustrasi : Bintang dan Planet yang Terbentuk

Saat Bintang ini Meledak (Supernova), unsur-unsur yang lebih berat dari Hidrogen yang terdapat pada bintang tersebut akan terlontar keluar dan memperkaya awan disekitarnya dengan unsur-unsur berat seperti logam dan lain-lain. Unsur-unsur tersebut terlempar sangat jauh. Unsur-unsur yang terlempar inilah yang diasumsikan akan bergabung dan membentuk bintang yang baru atau planet-planet.

Selain itu, ledakan Sebuah bintang yang massa bintang yang besarnya 10-15 kali lebih besar dari matahari akan menyisakan sebuah ruang kecil yang memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat. Inilah yang membuat munculnya Lubang Hitam.

Catatan : Selain supernova ada juga Hipernova. Ledakan yang terjadi pada Hipernova lebih besar dari supernova.

Penjelasan Satuan Tahun Cahaya dan Jaraknya




Pernahkah anda mendengar tentang tahun cahaya? Istilah ini sering muncul dalam dunia astronomi. Misalkan jarak bintang delta pavonia yaitu 21 tahun cahaya dan jarak bintang proxima centauri adalah 4,2 tahun cahaya. Lalu apa itu tahun cahaya? Jarak atau waktu?

Satuan Tahun cahaya merupakan satuan jarak dalam dunia astronomi. Ini digunakan untuk mengukur jarak antar benda luar angkasa yang jaraknya sangat jauh dan tidak mungkin di ukur dengan satuan kilometer atau mil karena kebayang berapa banyak jumlah bilangannya dan malah bisa jadi membuat orang menjadi bingung karena begitu banyaknya angka.Selain itu juga ada jarak hingga milyaran tahun cahaya yang tidak mungkin di konversikan dalam kilometer atau mil karena saking jauhnya. Maka digunakanlah satuan tahun cahaya yang lebih simple.

Satuan tahun cahaya didasarkan pada kecepatan cahaya dalam menempuh suatu jarak. Dimana dalam satu detik, cahaya dapat menempuh jarak 299.792.458 meter per detik (ms-1atau apabila dibulatkan menjadi 300.000 km/detik. Sedangkan diurutkan sistem waktu adalah detik = menit = jam = hari = bulan = tahun.

Dimana dalam satu hari terdapat 24 jam dan dalam satu tahun terdapat 365 hari. Maka diperoleh dalam satu tahun terdapat 31.557.600 detik. Maka, 31.557.600 detik tinggal dikalikan dengan 300.000 , dimana 300.000 km ini merupakan jarak tempuh cahaya dalam satu detik. Nah hasil dari perkalian tersebut ialah jarak tempuh satu tahun cahaya dalam kilometer.

Untuk diketahui, dengan menggunakan kalender julian yang mempunyai 365,25 hari dalam setahun, maka satu tahun cahaya sama dengan 9.460.730.472.580,8 kilometer atau sering dibulatkan menjadi 1012 kilometer.

Nah, dengan jauhnya jarak tersebut maka digunakanlah satuan cahaya sebagai satuan jarak. Apalagi dalam dunia astronomi ada jarak galaksi yang mencapai milyaran tahun cahaya. Gak kebayang kan kalo ditulis dalam kilometer. apalagi dihitung pake jari kalkulator ajah gak sanggup.

Proxima Centauri : Bintang Terdekat dari Tata Surya Kita



Tahukah anda bintang terdekat ? Bintang terdekat adalah Proxima centauri. Sebelum kita lebih jauh membahas tentang proxima centauri kita akan membahas tentang bintang. Siapa tahu ada yang masih belum mengerti.

Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri. Yang termasuk bintang adalah Matahari. Dilangit, bintang memiliki berbagai warna. Ada yang memancarkan warna merah, putih, hingga biru. Dengan warna merah memiliki suhu terendah dan biru memiliki suhu yang tinggi.

Proxima centauri adalah bintang terdekat dari tata surya kita. Dengan jarak 4,2 tahun cahaya dan terletak di rasi bintang centaurus. Bintang ini memiliki cahaya yang redup untuk dilihat oleh mata kita. Sehingga wajar saja baru ditemukan pada tahun 1915.

Proxima centauri merupakan bintang katai merah. Menurut diagram Hertzsprung-Russell, bintang katai merah adalah bintang kecil (kurang lebih 10% massa matahari) dan relatif dingin (lebih kecil dari 3.500 kelvin). Katai merah tidak banyak mengalami tahap-tahap evolusi (semakin besar bintang tahap evolusinya semakin banyak), tidak meledak-ledak dan berumur panjang (dapat mencapai 100 miliar tahun).

Selain itu, karena jaraknya yang dekat bintang ini diusulkan menjadi tujuan pertama penjelajahan antar bintang. Walaupun pesawat tanpa awak terjauh yang menjelajah ruang angkasa yaitu voyager memerlukan waktu 10.000 tahun untuk menempuh jarak satu tahun cahaya.

Karakteristik



Pada tahun 2002, interferometri optik pada Very Large Telescope (VLTI) menemukan bahwa Proxima Centauri memiliki diameter sudut sekitar 1,02 ± 0,08 mili detik busur. Karena jaraknya telah diketahui, diameter sebenarnya dapat diperkirakan, yaitu sekitar 1/7 Matahari, atau 1,5 kali Jupiter. Massa bintang ini diperkirakan sekitar 12,3% dari massa matahari, atau 129 kali massa Yupiter. Rata-rata masa jenis bintang deret utama meningkat seiring dengan berkurangnya massa, dan Proxima Centauri bukan pengecualian: bintang ini memiliki rata-rata massa jenis sekitar 56.800 kg/m3 (56,8 g/cm3), sementara Matahari sekitar 1.409 kg/m3 (1,409 g/cm3)

Penemunya




Bintang Proxima Centauri pertama kali ditemukan pada tahun 1915  oleh Robert Innes di Johannesburg, Afrika Selatan. Ia menemukan bintang yang memiliki gerak diri (perubahan sudut posisinya sepanjang waktu yang dilihat dari pusat massa tata surya) yang sama dengan  Alpha Centauri. Ia kemudian menamainya dengan Proxima Centauri. 

Robert Thorburn Ayton Innes (10 November 1861 – 13 Maret 1933) adalah astronom Skotlandia-Afrika Selatan yang dikenal karena menemukan Proxima Centauri pada tahun 1915, dan juga beberapa bintang ganda lain. Ia juga merupakan astronom pertama yang melihat Komet Januari Besar pada 12 Januari 1910. Robert Innes adalah pendiri stasiun meteorologi di Johannesburg, yang selanjutnya diubah olehnya menjadi observatorium yang bernama Union Observatory.


Rujukan : Wikipedia

Apa itu sinar Gamma? Sumbernya , Manfaat, dan Bahayanya



Sinar gamma mungkin terdengar asing bagi kita karena bentuknya yang berupa sinar ( radiasi ) dan juga karena sinar gamma hanya dapat kita temukan pada proses nuklir. Mungkin yang sering kita dengar adalah sinar gamma untuk pengobatan kanker, tumar, dan penyakit lainnya. Tapi Taukah anda tentang sinar gamma?

Sinar gamma adalah adalah sebuah bentuk berenergi dari radiasi elektromagnetik yang diproduksi oleh radioaktivitas atau proses nuklir atau subatomik lainnya seperti penghancuran elektron-positron. Sinar gamma hampir sama seperti Sinar-X keras karena bermulai dari energi 10 keV/ 2,42 EHz/ 124 pm dimana diketahui bahwa Sinar-X keras juga memiliki radiasi elektromagnetik dari sekitar 10 keV sampai beberapa ratus keV. Namun yang membedakan adalah sumbernya. Sinar Gamma diproduksi oleh transisi energi karena percepatan elektron. Karena beberapa transisi elektron memungkinkan untuk memiliki energi lebih tinggi dari beberapa transisi nuklir, ada tumpang-tindih antara apa yang kita sebut sinar gama energi rendah dan sinar-X energi tinggi.


Sumber Sinar Gamma





Sinar gamma terbentuk karena adanya proses nuklir atau subatomik lainnya seperti penghancuran elektron-positron. Oleh karena itu sinar tersebut tidak dapat ditemukan pada sembarang tempat karena hanya dapat terjadi akibat proses nuklir dan subatomik lainnya. Sinar ini dapat terbentuk saat :

  1. Ledakan bintang (Supernova)
  2. Ledakan bom nuklir
  3. Bintang yang terhisap lubang hitam
  4. Terapi Sinar gamma
  5. gelembung energi di pusat galaksi Bima Sakti
  6. Bahan radioaktif

Manfaat Sinar Gamma





Sinar gamma ini memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Dari kehidupan sehari-hari hingga untuk industri dan kedokteran. Manfaat sinar gamma antara lain :
  1. Membunuh bakteri
    Sinar gamma merupakan radiasi yang memiliki energi tinggi sama seperti sinar-X . Yang mana dengan energi tinggi tersebut dapat merusak sel-sel makhluk hidup oleh karena itu tak heran jika sinar gamma dapat membunuh bakteri. Karena itulah sinar gamma dapat digunakan untuk :
    a. Mensterilisasi makanan dan minuman
    b. Mensterilisasi peralatan dokter sebelum melakukan operasi.
  2. Menyembuhkan tumor, kanker, dan kelainan lain
    Sinar gamma ternyata dapat digunakan untuk membunuh sel kanker dan tumor serta kelainan lainnya karena sinar gamma dapat menghancurkan sel-sel tersebut. Terapi ini disebut gamma knife.

    Gamma Knife adalah suatu metode terapi sinar gamma (radiosurgery) yang digunakan untuk pengobatan tumor dan kelainan-kelainan lainnya di otak tanpa membuka tulang tengkorak. Radiasi sinar gamma ini digunakan untuk menghancurkan sel-sel yang sakit sementara menjaga sel-sel lainnya yang masih sehat.

    “Dalam operasi Gamma Knife dipancarkan sebanyak 200 sinar radiasi yang difokuskan ke tumor atau target lainnya. Setiap pancaran sinar mempunyai dampak kecil terhadap sel otak yang dilaluinya, namun memiliki dosis radiasi yang cukup besar pada lokasi target di mana semua pancaran-pancaran bertemu,” terang Prof. Eka J. Wahjoepramono, MD, PhD, dokter ahli bedah syaraf dari Siloam Hospital, Jakarta.

    Keakuratan operasi Gamma Knife hampir tidak menyebabkan kerusakan pada sel-sel yang berada di sekitar target penyinaran dan dalam beberapa kasus hanya menyebabkan sedikit efek samping dibandingkan dengan perawatan radiasi biasa.
  3. Manfaat Lainnya
    Sinar gamma bermanfaat untuk :
    a. Mengetahui struktur logam
    b. mengetahui bibit unggul
    c. untuk membuat radio isotop
Bahaya Sinar Gamma






Selain manfaat-manfaat diatas ternyata sinar gamma memiliki efek berbahaya bagi kehidupan manusia. Antara lain :
  1. Merusak satelit dan atmosfir
    Sinar gamma yang berasal dari luar angkasa ternyata dapat merusak satelit dan atmosfir. Ini terjadi karena energi yang sangat kuat dari sinar gamma. Walaupun begitu, kita dapat bernafas lega karena menurut para ilmuan semburan gamma ini jarang terjadi. Yaitu sekitar 10 ribu - 1 juta tahun sekali. Terakhir terjadi pada abad ke-8.
  2. Menimbulkan Kematian terbesar apabila terjadi perang nuklir
    Dalam ledakan sebuah senjata nuklir banyak materi radioaktif yang tercipta. Namun, Sinar gama dari fallout nuklir kemungkinan akan menyebabkan jumlah kematian terbesar dalam penggunaan senjata nuklir dalam sebuah perang nuklir. Sebuah perlindungan fallout yang efektif akan mengurangi terkenanya manusia 1000 kali.

    Sinar gama memang kurang mengionisasi dari sinar alfa atau beta. Namun, mengurangi bahaya terhadap manusia membutuhkan perlindungan yang lebih tebal. Mereka menghasilkan kerusakan yang mirip dengan yang disebabkan oleh sinar-X, seperti terbakar,kanker, dan mutasi genetika.

Yang Paling Berperan dalam Pembentukan Galaksi



Galaksi merupakan objek diluar angkasa yang terdiri dari begitu banyak tata surya, planet, bintang, dan benda langit lainnya seperti lubang hitam, meteor, dan lain-lain. Di jagat raya ini terdapat begitu banyak galaksi yang tak terbayang jumlahnya. Dari sekian banyak galaksi tersebut ada galaksi terjauh, terdekat , terkecil, dan Lain-lain.

Galaksi terbentuk oleh gas-gas luar angkasa. Gas-gas tersebut ada yang merupakan gas dingin dan gas panas. Para ahli astronomi melaporkan bahwa gas-gas dingin dibandingkan dengan gas-gas panas, lebih berperan dalam pembentukan awal galaksi-galaksi.

Dalam jurnal Nature, penelitian mengenai tiga galaksi paling awal, yang terbentuk hanya dua miliar tahun setelah Big Bang, yang terjadi sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu, sebuah tim ahli astronomi yang dipimpin oleh Giovanni Cresci di INAF - Arcetri Astrophysical Observatory di Florence, menemukan bukti bahwa "arus dingin" dari gas memberi suplai energi ke bintang-bintang di seluruh jagat raya. Demikian seperti yang dikutip dari USA Today.



"Diperkirakan bahwa galaksi-galaksi di masa awal jagat raya tumbuh karena gas-gas dingin, dan hal ini mungkin menjadi penggerak utama pembentukan bintang dan pertumbuhan massa galaksi," dalam tulisan di jurnal Nature.

Mengambil data dari tiga galaksi jauh ini menggunakan Very Large Telescope of the European Southern Observatory, tim tersebut menemukan bahwa gas dingin di pusat galaksi menunjukkan sedikit bukti dari elemen berat. Akan tetapi di ujung galaksi-galaksi, tanda dari elemen-elemen ini semakin meningkat, yang dilepaskan oleh bintang dari pusat galaksi.

Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa alam semesta pada dasarnya terlalu muda untuk memiliki formasi bintang, yang cukup untuk menghasilkan elemen-elemen ini. Tidak seperti galaksi-galaksi sesudahnya, gas dingin yang tercipta dari Big Bang memicu proses pembentukan dari galaksi-galaksi awal.

Sains for Human : Pengertian serta Dampak Rotasi dan Revolusi bumi


Bumi merupakan salah satu planet di tata surya kita ini. Dimana pada tata surya tersebut planet-planet lain yang terdiri dari Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus berputar mengelilingi matahari sehingga membentuk suatu sistem tata surya. Selain berputar mengelilingi matahari, planet-planet tersebut juga berputar pada porosnya.

Bumi pun berputar mengelilingi matahari dan juga berputar pada sumbunya. Perputaran tersebut disebut dengan Rotasi Bumi dan Revolusi Bumi. Berikut penjelasannya :

Rotasi Bumi




Rotasi Bumi

Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Kala rotasi adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda untuk berputar pada porosnya. Sekali berotasi bumi memerlukan waktu 23 jam 56 menit atau 24 jam kurang 4 menit. inilah yang menyebabkan adanya tahun kabisat dimana perbedaan waktu 4 menit tersebut membuat jumlah hari pada bulan februari ditahun kabisat berjumlah 29 hari.

Bagaimana tanda-tanda adanya rotasi? Tanda-tanda adanya rotasi dapat kita lihat dengan adanya pergerakan bulan dan matahari. Bulan yang tadinya misalkan ada disebelah Timur beberapa jam kemudian tepat berada diatas kepala kita. Hal ini menunjukan bahwa bumi berputar.

 Berikut Akibat dari Rotasi bumi :

A. Pergantian Siang dan Malam

Matahari memancarkan cahaya kearah bumi, namun bentuk bumi yang bulat dan cahaya matahari yang bergerak lurus maka menyebabkan pancaran sinar matahari yang tidak merata, sehingga menimbulkan bagian bumi yang terang pada bagian depan yang berhadapan langsung dengan matahari dan bagian gelap yang berada dibelakang bumi. Hal ini menyebabkan siang ( bagian terang bumi ) dan malam (bagian gelap bumi).

B. Perbedaan Waktu di Berbagai Tempat di Bumi

Adanya Bagian gelap terang akibat bentuk bumi yang bulat dan arah sinar matahari
Dengan adanya bagian gelap terang pada bumi, yang menjadi bagian siang dan malam maka timbullah perbedaan waktu. Yang bagian terang sedang mengalami waktu siang hari sedangkan pada bagian gelap mengalami malam hari. Selain itu juga, untuk memudahkan pembagian waktu maka waktu dibagi berdasarkan dengan garis bujur dengan titik pusatnya di Greenwich (GMT 0) . Greenwich adalah kota di London Inggris yang dilalui garis bujur 0 derajat. dan setiap pergeseran 15 derajat dari Greenwich maka akan berbeda satu jam ( GMT +1 disetiap 15 derajat). 15 Derajat ini diperoleh dari 360 derajat dibagi 24 (jumlah waktu dalam jam). Indonesia sendiri memiliki perbedaan waktu 7 jam ( GMT +7 pada WIB), 8 Jam (GMT +8 pada WITA) dan 9 Jam (GMT +9 pada WIT) dari Greenwich, London, Inggris.

C. Peredaran Semu Harian Matahari

Peredaran Semu harian matahari adalah pergerakan matahari seolah-olah mengelilingi bumi. Pergerakan semu ini membuat matahari yang tadinya ada disebelah timur kemudian beberapa jam kemudian berada disebelah atas kita. Itulah yang disebut dengan peredaraan semu matahari.

D. Perbedaan Percepatan Gravitasi

Karena perputaran bumi (rotasi bumi) maka akan menimbulkan gaya sentrifugal. Gaya sentrifugal sendiri terjadi akibat perputaran suatu benda dan semakin besar jari-jari rotasi suatu benda maka akan semakin besar gaya sentrifugalnya. Gaya sentrifugal ini akan mengakibatkan bumi pepat di bagian kutub (garis tengah bumi bagian kutub lebih kecil dibanding garis tengah bumi bagian katulistiwa). Perbedaan garis tengah ini mengakibatkan percepatan gravitasi bumi berbeda, sesuai hukum Newton tentang gravitasi.

E. Pembelokan Arah Mata Angin

Seperi yang kita ketahui bahwa udara bergerak dari daerah yang bertekanan rendah kedaerah yang bertekanan tinggi. Inilah yang membuat terjadinya angin (pergerakan udara). Namun, karena adanya gaya semua yang timbul akibat rotasi bumi dan gerak benda relatif terhadap bumi (gaya Coriolis) maka angin pun berbelok sehingga tidak sama persis bergerak kearah gradien tekanan.


Revolusi Bumi




Revolusi Bumi - bumi terlihat miring 
Revolusi bumi adalah perputaran bumi mengelilingi matahari. Sekali berevolusi, bumi memerlukan waktu 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik atau sering disebut satu tahun pada penanggalan masehi. Adanya revolusi bumi ini tidak dapat kita rasakan namun dapat kita lihat dengan adanya:

A. Perbedaan Lama Siang dan Malam Hari

Pernahkah anda mendengar didaerah dekat kutub siang lebih cepat dari malam ataupun sebaliknya? Perbedaan lama siang dan malam hari pada setiap bagian bumi memang berbeda. Hal ini terjadi karena saat berevolusi posisi bumi tidak tegak lurus dan selalu berubah atau miring. Pada saat miring ini, terkadang bagian kutub utara miring ke arah matahari, inilah yang menyebabkan bagian kutub utara mengalami siang lebih lama. Karena posisi kutub Utara yang lebih condong kematahari. Sedangkan kutub selatan maka arahnya akan membelakangi matahari. Inilah yang menyebabkan lama malamnya lebih lama. Begitu pun dengan sebaliknya.

B. Gerak Semu Tahunan Matahari

Karena posisi bumi yang tidak lurus terhadap bidang ekliptika akibat revolusi bumi terhadap matahari maka matahari seolah-olah bergerak tidak lurus. Tidak lurus yang dimaksud disini adalah tidak tepat terbit dari timur-ke barat melainkan agak melenceng. Misalkan tenggelam dibarat daya ataupun terbit di timur laut.

C. Perubahan Musim

Karena Posisi bumi yang tidak tegak lurus melainkan agak miring. Maka menyebabkan Pada 23 September sampai dengan 21 Maret kedudukan matahari berada di belahan bumi selatan dan kedudukan bumi posisinya lebih dekat ke matahari. Sehingga menyebabkan di belahan bumi bagian selatan mengalami musim panas dan siang hari lebih lama daripada malam hari. Sedangkan, pada tanggal yang sama di belahan bumi bagian utara, seolah-olah berada pada posisi jauh dari matahari sehingga dengan sendirinya di utara mengalami musim dingin dan malam hari lebih panjang daripada siang hari.

D. Perubahan Rasi Bintang

Perubahan rasi bintang ini terjadi karena revolusi menyebabkan kemiringan bumi dan menyebabkan si pengamat setiap harinya berada pada posisi yang berbeda. Sehingga si pengamat tersebut melihat rasi bintang yang berbeda setiap tahunnya.

E. Penanggalan Kalender Masehi

Penganggalan kalender masehi ini di sempurnakan oleh Julius Caesar dari kekaisaran Roma. Kalendar ini berdasarkan perputaran bumi mengelilingi matahari. Yaitu 365 hari.

Teori Ilmuan Tentang Proses Pembentukan Planet Jupiter dan Saturnus





Jupiter dan Saturnus merupakan dua planet dengan ukuran terbesar ditata surya kita. Jupiter dengan banyak bulan yang mengelilinginya dan saturnus dengan cincin yang sangat indah. tapi sebenarnya bagaimanakah awal dan asal-usul pembentukan kedua planet tersebut. Berikut teori para ilmuan.

Sebuah teori pemodelan yang diungkap Alan Boss dari Carnegie Institution for Science menunjukkan bagaimana planet gas raksasa di sistem tata surya, Jupiter dan Saturnus dapat terbentuk. Boss juga mengungkap asal-usul evolusi planet tersebut.

Boss menjelaskan, bintang baru dikelilingi oleh cakram (disk) gas yang berputar selama tahap awal kehidupan planet. Planet terbesar di sistem tata surya ini diperkirakan terbentuk melalui cakram gas.



Pengamatan bintang-bintang muda yang juga terbentuk melalui cakram gas ini menunjukkan bahwa bintang yang menyerupai matahari pernah mengalami ledakan periodik. Ledakan tersebut berlangsung sekira 100 tahun, di mana terdapat perpindahan massa dari cakram gas ke bintang muda.

Beberapa teori yang diungkap oleh ilmuwan mengungkap bagaimana planet gas raksasa terbentuk di sekitar proto-matahari. Salah satu dari teori mengungkap bahwa planet dapat terbentuk dari es dan inti batu, yang diikuti oleh percepatan pertumbuhan gas dari cakram yang ada di sekitarnya.

Teori lain mengusulkan, gumpalan bentuk gas padat di lengan spiral bisa meningkatkan massa dan kepadatan. Sehingga, membentuk planet gas raksasa dalam satu tahapan proses.

Boss mengembangkan model yang lebih rinci, yakni model tiga dimensi yang menunjukkan bagaimana planet gas raksasa bisa terbentuk. Model ini menunjukkan bahwa planet gas raksasa seperti Jupiter dan Saturnus ini mampu menghindari dari "terkaman" proto-matahari yang sedang tumbuh.

"Planet gas raksasa sekali terbentuk, akan sulit untuk dihancurkan. Bahkan, selama ledakan besar yang dialami oleh bintang muda," jelas Boss.

Penyebab Kenapa Bintang diLangit Berkelap-kelip dan Memiliki warna Biru, Putih, dan Kuning




Coba tataplah langit disaat matahari sudah tidak ada lagi disinggasananya. Tataplah disaat langit begitu cerah.  Maka kita akan melihat bulan dan bintang-bintang yang bertaburan seolah permata yang berserakan. Bintang-bintang tersebut berkerlap-kelip seolah mengedipkan mata dengan membisikkan kedamaian kepada kita. Selain itu juga berbagai warna yang dipancarkan membuat kita bertanya, siapakah yang menuangan warna pada bintang tersebut? itulah keagungan Sang Pencipta yang menjaga apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi tanpa lelah.

Saat kita melihat bintang mungkin kita pernah melihat bintang itu berwarna-warni ada yang berwarna merah, kuning, biru, dan putih. Mungkin pernah terbersit dihati kita sebuah tanda tanya, Mengapa demikian? Sebenarnya warna bintang tersebut sama seperti besi yang dipanaskan. Apabila besi dipanaskan akan berubah menjadi warna merah, kemudian putih, dan apabila besi dipanaskan sangat panas sekali maka akan berwarna biru.

Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa warna bintang yang berbeda tersebut disebabkan karena temperatur bintang itu sendiri yag berbeda. Semakin panas bintang maka warnanya akan semakin biru sama seperti api. Api ada yang berwarna biru, putih, dan merah. Api yang berwarna merah tidak terlalu panas sehingga apabila digunakan untuk memasak maka akan lama masakan tersebut matang. Tetapi jika kita memasak dengan api biru maka masakan akan cepat matang. Berikut indeks warna bintang:

KelasTemperaturWarna BintangMassaRadiusLuminositasGaris-garis Hidrogen
O30,000 - 60,000 KBiru60151,400,000Lemah
B10,000 - 30,000 KBiru-putih18720,000Menengah
A7,500 - 10,000 KPutih3.22.580Kuat
F6,000 - 7,500 KKuning-putih1.71.36Menengah
G5,000 - 6,000 KKuning1.11.11.2Lemah
K3,500 - 5,000 KJingga0.80.90.4Sangat lemah
M2,000 - 3,500 KMerah0.30.40.04Hampir tidak terlihat
Lalu bagaimana dengan bintang yang berkerlip? Bintang yang kita lihat dilangit sering berkerlap-kelip. Bintang berkelap-kelip karena cahayanya harus melalui kantung atmosfer Bumi dalam suhu dan kepadatan beragam. Pada waktu tertentu, bintang konsisten berganti posisi.

Hal itu seperti melihat koin menari di dasar kolam. Para astronom mencoba mengatasi 'kerlipan’ ini menggunakan optik adaptif, berupa cermin kecil yang secara konsisten menyesuaikan diri untuk menghalau gangguan atmosfer.

Mereka juga menggunakan teleskop ruang angkasa untuk melakukan pengamatan. Teleskop yang mengorbit Bumi di atas atmosfer dapat menghindari masalah yang disebabkan turbulensi.

Di sisi lain, planet umumnya tak bersinar. Planet-planet di tata surya kita lebih dekat ke Bumi daripada bintang-bintang yang kita lihat. Jadi planet sedikit lebih besar dalam bidang visi kita.

Menurut astronom dan blogger Phil Plait, karena planet terlihat lebih besar, maka cahaya yang mencerminkannya menjadi kurang bergeser. Namun, planet bisa tampak berkerlip ketika atmosfer mengalami gejolak luar biasa.Bintang berkelap-kelip karena cahayanya harus melalui kantung atmosfer Bumi dalam suhu dan kepadatan beragam. Pada waktu tertentu, bintang konsisten berganti posisi.

Planet Theia, Penyebab Terbentuknya Bulan




“Hipotesis Theia” menyebutkan, dahulu ada sebuah planet seukuran Mars yang disebut planet Theia mengorbit di tata surya Bima sakti. Planet ini kemudian disebut Titan pada zaman Yunani kuno yang melahirkan Dewi bulan, Selene.

Hipotesis ini menceritakan tentang terbentuknya Bulan sekitar 4.5 milyar tahun lalu. Dalam dua studi yang saya menemukan teori bulan yang menyatakan bahwa Bulan memiliki komposisi yang mirip dengan Bumi, begitu juga hipotesis Paradox Lunar yang menjelaskan tentang akibat dan perhitungan kecepatan tabrakan antara planet Theia dan Bumi.

Planet Theia Penyebab Penciptaan Bulan

Planet Theia terbentuk di sekitar orbit yang sama dengan Bumi, tetapi sekitar 60 derajat ke depan atau belakang. Ketika protoplanet berkembang menjadi seukuran Mars, ukurannya justru membuat planet Theia terlalu berat agar mengorbit dan tetap stabil. Akibatnya jarak sudut Bumi semakin bervariasi hingga akhirnya menabrak Bumi.

Tabrakan ini diperkirakan terjadi sekitar 4.533 milyar tahun yang lalu ketika planet Theia menghantam Bumi pada sudut miring dan menghancurkan planet Theia selama proses tabrakan. Mantel planet Theia dan sebagian besar mantel silikat Bumi terdorong ke ruang angkasa, bagian kiri atas bahan planet Theia tercampur dengan bahan-bahan dari Bumi dan akhirnya membentuk Bulan.

Penelitian terakhir yang memvalidasi hipotesis ini menunjukkan bahwa inti planet Bumi dan inti Bulan mengandung bahan isotop silikon yang sama, yang mendukung bahwa keduanya berasal dari satu planet hingga bencana besar memisahkannya.

Para ilmuwan Universitas Oxford, Universitas California dan Swiss Federal Institute of Technology membandingkan isotop silikon dari batuan bumi, serta bahan-bahan lain dari sistem tata surya Bima Sakti seperti bahan dari meteorit.

Sekitar 2,900 kilometer ke dalam bumi (belum mencapai setengah jalan ke pusat Bumi) terdapat mantel dan kerak.

Sebagian besar terbentuk dari silikat, senyawa silikon, oksigen, dan elemen lainnya. Kemudian lebih dalam dari garis itu merupakan bahan besi padat logam yang membentuk inti bumi.

Tim ini menemukan bahwa isotop lebih berat dari sampel yang diambil dari silikat Bumi. Mereka menemukan bahwa Mars, asteroid Vesta dan berbagai chrondites atau meteorit primitif yang pernah dibentuk core ainner, tidak mengandung unsur tersebut meskipun mereka memiliki inti besi.

Bahan yang jauh lebih kecil daripada Bumi (sekitar seperdelapan) sehingga tidak memiliki cukup massa menghasilkan tekanan yang diperlukan untuk membentuk inti yang sama seperti yang ditemukan di planet Bumi.

Di sisi lain para peneliti menemukan bahwa Bulan menunjukkan komposisi yang sama dari komposisi isotop silikon berasal dari planet Bumi. Namun jauh lebih kecil daripada Bumi atau sekitar 1/50 dan sekitar satu persen dari massa bumi, bahkan cenderung mampu menghasilkan tekanan yang cukup untuk membentuk mirip besi inti Bumi.

Para peneliti berpendapat bahwa Bulan memang terbentuk saat bencana raksasa akibat planet Theia yang berukuran besar selama pengembangan awal terbentuknya Bumi. Dampaknya cukup besar terhadap bahan-bahan yang akhirnya membentuk Bulan tercampur dengan bahan-bahan dari bumi yang sudah memiliki komposisi silikon berat.

Dalam Jurnal Nature yang dirilis mereka, menyatakan bahwa komposisi isotop seperti silikat Bumi dan Bulan konsisten dengan usulan baru-baru ini, ada isotop skala besar selama dampak tabrakan.

Penelitian ini merupakan jenis yang pertama menggunakan isotop dan menawarkan wawasan menarik ke dalam penciptaan planet Mars, planet Bumi, dan Bulan. Hal ini juga dapat membantu menjelaskan bagaimana kehidupan berevolusi di Bumi, dan membuktikan apakah ada (atau tidak mungkin) peradaban masa lalu di Mars.

Hipotesis Paradox Lunar Libatkan Planet Theia

Sekelompok peneliti dari Universitas Bern-Swiss telah membuat terobosan signifikan dalam kisah pembentukan Bulan, menunjukkan jawaban tentang Paradox Lunar.

Mereka menjelajahi geometri yang berbeda dari simulasi tabrakan planet Theia sebelumnya dan mempertimbangkan konfigurasi baru tentang dampak tabrakan (dikenal ‘Hit and Run’) di mana sebagian besar bahan yang hilang ke ruang angkasa pada orbit terikat/tertarik ke Bumi.

Tidak ada simulasi yang disajikan dalam penelitian ini, mereka hanya menjelaskan sebab & kendala dari sistem Bumi dan Bulan. Artikel planet Theia dan Bumi ‘A hit-and-run Giant Impact Scenario’ ditulis Andreas Reufer, Matthias MM Meier, Willy Benz, Rainer Wieler, yang diterbitkan Elsevier.

Andreas Reufer menyatakan bahwa model ini mempertimbangkan parameter dampak baru yang tidak pernah diuji sebelumnya. Selain implikasi sistem planet Bumi dan Bulan, kecepatan tabrakan planet Theia jauh lebih tinggi dan membuka kemungkinan baru tentang asal penabrak, dan pembentukan planet terestrial.

Galaksi-Galaksi "Ter-" di Jagat Raya (Terjauh, Terbesar, dan lain-lain)

Galaksi merupakan objek diluar angkasa yang terdiri dari begitu banyak tata surya, planet, bintang, dan benda langit lainnya seperti lubang hitam, meteor, dan lain-lain. Dijagat Raya ini banyak sekali terdapat galaksi-galaksi, dan dari galaksi-galaksi tersebut ada beberapa galaksi yang paling "ter-" seperti dibawah ini. Antara lain :

1. Galaksi Terbesar



Sekelompok peneliti dari kalangan astronom berhasil menemukan galaksi terbesar yang diklaim terbesar di alam semesta. Mereka menemukannya saat melakukan observasi menggunakan teleksop di pegunungan Atacama, di Chili.


Disebut sebagai galaksi terbesar di alam semesta, pasalnya galaksi ini mempunyai jarak sekira tujuh miliar tahun cahaya atau setara dengan dua juta miliar massa matahari. Tidak hanya itu, galaksi ini merupakan struktur yang paling stabil di dalam tata surya.

Dikalangan penemu, galaksi ini diberi nama "El Gordo" atau yang dalam bahasa Spanyol berarti "Si Gemuk". Alasan El Gordo semakin membesar karena saat ini tengah menjalani penggabungan (merger) dan berkembang lebih besar. Kalangan astronom sendiri berharap dapat lebih memahami bagaimana mereka membentuk, tumbuh dan bertabrakan dengan satu sama lain.


2. Galaksi Terjauh


Astronom mengklaim telah menemukan galaksi terjauh yang ada di alam semesta. Galaksi yang belum diketahui identitasnya ini, berhasil ditemukan melalui kombinasi teleskop Hubble milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan teleskop luar angkasa Spitzer.

Menurut ilmuwan, seperti dilansir International Business Times, Jumat (16/11/2012), galaksi terjauh ini tampak seperti gumpalan yang sangat kecil, yang hanya sebagian kecil dari ukuran galaksi Bima Sakti kita. Objek ini juga memberikan wawasan baru terkait masa awal terbentuknya alam semesta, atau sekira 13,7 miliar tahun lalu.

Para ilmuwan mengatakan, galaksi yang baru ditemukan ini bernama MACS0647-JD. Galaksi ini kabarnya telah berusia sekira 420 juta tahun dan terbentuk setelah ledakan dahsyat (Big Bang).

Cahaya galaksi ini mampu menempuh perjalanan dengan 13,3 miliar tahun untuk mencapai bumi. Teleskop luar angkasa di optimalkan untuk dapat menemukan galaksi tersebut dan menetapkannya sebagai galaksi terjauh yang ada di alam semesta.

Cluster Lensing And Supernova Survey with Hubble (CLASH),  grup internasional yang dipimpin oleh Marc Postman dari Space Telescope Science Institute di Baltimore, menggunakan clusters galaksi masif sebagai teleskop kosmik untuk memperbesar galaksi tersebut.

Efek ini disebut gravitational lensing atau lensa gravitasi. Tanpa kekuatan perbesaran clusters, astronom tidak akan melihat galaksi baru tersebut. Karena lensa gravitasi, tim peneliti CLASH mampu mengamati tiga gambar terbesar dari MACS0647-JD dengan teleskop Hubble.


3. Galaksi Tertua


Sekelompok ahli astronomi mengklaim telah menemukan galaksi, yang diyakini terbentuk ketika alam semesta masih 'balita'.
 
Kilasan cahaya yang tertangkap dari teleskop Hubble yang mengorbit memperkirakan, usia galaksi itu mencapai 13,2 miliar tahun. Artinya galaksi tersebut terbentuk ketika alam semesta baru berusia 480 juta tahun, atau tidak lama setelah Ledakan Besar (Big Bang) terjadi.
 
Galaksi yang baru ditemukan itu, UDFj-39546824, terlihat di sektor kecil di langit yang disebut sebagai Hubble Ultra-Deep Field dalam pemindaian selama 87 jam pada periode 2009 dan 2010.
 
"Penemuan ini melebihi kapabilitas kami tapi kami menghabiskan beberapa bulan untuk mengujinya. Jadi sekarang kami merasa cukup yakin," cetus Illingworth
 
Ahli astronomi menganalisa usia galaksi tersebut dengan mengukur kecepatan gelombang cahaya yang disebut redshift. Semakin tinggi angka redshift yang dimiliki berarti objek tersebut semakin tua.
 
UDFj-39546824 diketahui memiliki redshift hingga 10,3, yang berarti melebihi redshift galaksi tua lainnya yang ditemukan Oktober lalu, yang rata-rata hanya 8,6.


4. Galaksi Spiral Terbesar


Tim astronom berhasil mengidentifikasi sebuah galaksi terbesar berjarak lebih dari 212 juta tahun cahaya dari bumi di konstelasi Pavo, yaitu NDC 6872. 

NGC diketahui sebagai galaksi spiral yang memiliki ukuran lebih besar. Para astronom menemukan galakasi ini berdasarkan data yang diambil dari arsip satelit NASA Galaxy Evolution Explorer (GALEX). 

Penemuan ini menunjukkan, NGC 6872 memiliki ukuran lima kali dari galaksi Bima Sakti. Tim astronom mengatakan, tabrakan yang terjadi dengan galaksi lain bisa menyebabkan salah satu lengan luar dari spiral menghasilkan bintang baru yang pada akhirnya menciptakan sebuah galaksi. 

Tim astronom dari Brasil, Cile, dan Amerika Serikat, ini dipimpin oleh ilmuwan Rafael Eufrasio yang mempresentasikan temuannya pada Kamis lalu di pertemuan American Astronomical Society di Long Beach, California. 


5. Galaksi Terunik


Teleskop luar angkasa Hubble baru-baru ini menangkap objek sepasang galaksi unik yang membentuk huruf V. Dua objek galaksi yang berbeda ini dikenal dengan nama IC 2184.

Kedua ujung galaksi ini tampak saling bersentuhan dan berada di konstelasi Camelopardaslis utara. Galaksi ini juga menampilkan garis-garis cahaya yang dikelilingi oleh objek redup di bagian ekor.

Ekor galaksi ini terlihat tipis. Selain itu, terdapat aliran gas memanjang, debu dan bintang yang melebar dari galaksi ke luar angkasa. Ini dapat terjadi ketika gravitasi galaksi berinteraksi satu sama lain.

Material galaksi ini tampak terpotong dari tepi luar di setiap tubuh galaksi. Kemudian, bagian dari galaksi ini melebar dalam arah yang berlawanan, membentuk dua ekor.

Galaksi ini selalu muncul dalam bentuknya yang melengkung. Sehingga, ketika galaksi ini terlihat relatif lurus, maka ini jelas bahwa teleskop Hubbel mengambil gambar tersebut dari bagian sisi atau samping.