Showing posts with label Geologi dan Peristiwa Alam. Show all posts
Showing posts with label Geologi dan Peristiwa Alam. Show all posts

Pengaruh Freon atau CFC (Mesin pendingin) dalam Pemanasan global dan Tubuh




Freon adalah suatu zat yang dipakai pada mesin pendingin seperti AC dan Kulkas agar dapat mendinginkan. Zat ini berbentuk gas dan biasanya berwarna putih. Bagi kita yang memiliki AC dirumah mungkin pernah melihatnya saat petugas AC menambahkan freon apabila AC anda kurang dingin.Freon disebut juga CFC (Cloro Fouro Carbon). Zat ini juga sering kita temukan dalam minyak wangi semprot, pilok, dan sebagainya.

Dalam mesin pendingin zat Freon digunakan untuk memberi efek dingin. Diibaratka dalam freon itu seperti bensin pada kendaraan bermotor.


Pengaruh Pada Pemanasan Global





Zat Freon atau CFC berperan dalam pemanasan global atau yang biasa disebut dengan global warming. Lalu Bagaimana freaon mempengaruhi pemanasan global ?

Freon dapat mempengaruhi pemnasan global karena pada saat zat ini dilepaskan di udara maka akan merubah lapisan ozon dan bahkan menipiskan lapisan ozon yang mana lapisan ozon ini berguna untuk melindungi bumi dan makhluk hidup dari paparan radiasi Ultra Violet B (UV-B) dan juga menyerap radiasi ultra violet dari matahari yang tinggi agar tidak sampai ke bumi.

Paparan radiasi ultra violet ini terutama radiasi ultraviolet B atau UV B dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Antara lain katarak, kanker kulit , dan penurunan kekebalan tubuh.

Freon dapat membuat lapisan ozon semakin tipis dikarenakan zat ini saat dilepaskan di udara dapat bereaksi dengan ozon. Ozon dibentuk oleh oksigen, rumus ozon adalah O3 namun karena bereaksi dengan freon maka lapisan ozon tersebut berubah menjadi O2 atau Oksigen sehingga akibat pelepasan freon ini mengurangi lapisan ozon di atmosfer bahkan hingga terdapat lubang ozon. Lubang inilah yang akhirnya membuat pemanasan global.


Pengaruh Freon pada Tubuh





Freon atau CFC dapat menimbulkan gejala keracunan bagi manusia akibat menghirup udara dari gas tersebut. Efek yang biasa di timbulkan adalah pembengkakan tenggorokan, sulit bernapas, sakit tenggorokan parah, kehilangan penglihatan, membakar mata, hidung, bibir dan lidah, luka bakar pada kerongkongan, muntah darah, darah dalam tinja, nyeri perut yang parah, irama jantung abnormal dan peredaran darah.

Selain itu juga akibat dari menghirup gas ini dapat menyebabkan irama jantung abnormal. Irama jantung abnormal adalah irama jantung dmana iramanya tidak seperti normal. Mungkin saja terlalu cepat detak jantung tersebut atau bahkan terlalu lemah. Sehingga dapat menimbulkan kematian.

Bahkan sebuah lembaga di luar negeri yaitu NIOSH (The National Institute for Occupational Safety and Health) pernah melaporkan sebuah kematian akibat penggunaan AC.


Berbagai sumber 

Petir atau Kilat Penyebab Terjadinya dan Cara Menghitung Jaraknya

Petir atau kilat adalah sebuah peristiwa alam yang sering kita lihat pada saat terjadinya hujan. Bahkan tak jarang sering menimbulkan korban akibat tersambar petir. Hal ini disebabkan karena manusia merupakan penghantar listrik yang sangat baik. Pohon juga termasuk pengahantar listrik yang sangat baik sehingga pada saat hujan dan banyak petir atau kilat kita tidak boleh berteduh dibawah pohon karena itu dapat membuat kita tersambar petir.

Penyebab Terjadinya Petir




Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan.

Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Penyebab Perbedaan Waktu Antara Cahaya Kilat dan Suara Kilat


Saat terjadi kilat atau petir sering terlihat cahaya kilatnya terlebih dahulu baru beberapa saat kemudian disusul dengan suara kilat. Mengapa demikian? Hal tersebut terjadi karena perbedaan kecepatan suara dan kecepatan cahaya yang berbeda. Dimana kecepatan cahaya itu lebih cepat dari pada kecepatan suara. Kecepatan cahaya memiliki kecepatan  299.792.458 meter perdetik sedangkan  kecepatan suara adalah 344 m/detik (1238 km/jam).

Cara Menghitung Jarak Petir dari Kita



Cara menghitung jarak petir dari tempat kita berada sangatlah mudah. Bahannya cukup mudah. Hanya memerlukan sebuah stopwatch. Yang mana stopwatch sekarang sangat mudah ditemukan. HP pun sekarang banyak memiliki aplikasi stopwatch.
Caranya adalah sebagai berikut :
  1. Ukur selang waktu yang diperlukan antara cahaya petir dan suara petir dengan stopwatch. Jadi saat anda melihat cahaya petir nyalakan stopwatch kemudian saat anda mendengar suara petir, matikan stopwatch dan lihat waktu yang diperlukan.
  2. Lalu setelah anda lihat waktu pada stopwatch tersebut kemudian dibagi tiga. Itulah jarak petir dari tempat anda. atau dibagi lima apabila ingin dihitung dalam jarak mil.

Penjelasan : Mungkin anda berfikir mengapa harus dibagi 3?? itu disebabkan karena jarak 1 kilometer ialah 1000 meter. sedangkan kecepatan suara ialah 344 meter/detik. 344 m/dtik ini bisa juga disebut 1/3 kilometer (dibulatkan). Sehingga untuk mengetahui jaraknya dalam kilometer cukup dengan dibagi 3.

Inilah Keunikan dari Proses Terbentuknya Api Abadi di Barat New York




Api Abadi di New York merupakan api abadi paling unik didunia. Api ini tetap dapat menyala meskipun hujan dan letaknya sendiri pun dekat dengan air terjun.

 Arndt Schimmelmann, peneliti dari Indiana University di Bloomington, mengungkap misteri terbentuknya salah satu api abadi paling mengagumkan di dunia, yakni api abadi di barat New York, tepatnya Chestnut Ridge Park, yang berdekatan dengan sebuah air terjun.

Biasanya, api abadi didayai oleh gas yang terbentuk dari batuan kuno di lapisan dalam Bumi yang bersuhu tinggi hingga molekul karbon di dalamnya berubah menjadi gas. Gas menyesap keluar dan saat tersulut api membentuk api abadi.

Namun, api abadi di New York ini berbeda. Schimmelmann mengungkapkan, api abadi di New York didayai oleh gas yang diproduksi oleh batuan yang suhunya jauh lebih rendah, cuma setara dengan secangkir teh.

Perbedaan suhu batuan yang membentuk gas memberi petunjuk bahwa gas dihasilkan dengan proses berbeda. Schimmelmann menuturkan, pembentukan gas melibatkan katalis yang mempercepat pengubahan molekul organik pada batuan menjadi gas.

"Mekanisme pembentukan gas ini telah diajukan sejak bertahun-tahun lalu, tetapi belum ada yang meyakininya," kata Schimmelmann seperti dikutip Our Amazing Planet.

"Kami berpikir ada mekanisme pembentukan gas yang berbeda di lokasi ini dan ini mungkin juga dijumpai di lokasi lain. Jika ini benar, maka gas bisa diproduksi secara alami di wilayah lain," imbuh Schimmelmann.

Schimmelmann mengungkap misteri api abadi ini bersama rekannya, Maria Mastalerz dari Indiana Geological Survey, serta Giuseppe Etiope, peneliti dari National Institute of Geophysics and Volcanology di Italia. 

Penelitian tak cuma mengungkap misteri api abadi ini, tetapi juga mengukur jumlah metana yang terbentuk secara alami dan menyesap keluar. Terungkap bahwa 30 persen metana terbentuk dari proses tersebut.

Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal Marine and Petroleum Geology bulan Mei 2013 ini. Dengan proses pembentukan yang berbeda, api abadi di New York sejauh ini menjadi api abadi paling unik di dunia.

sumber

Letusan Krakatau, Salah Satu Letusan Gunung Paling Mengerikan




Mungkin kita pernah mendengar letusan gunung berapi Krakatau. Letusan gunung berapi krakatau merupakan letusan gunung apai terbesar yang terjadi dimasa modern ini. Tidak seperti letusan gunung yang sangat besar lainnya, gunung Krakatau meletus disaat penduduk dunia sudah mulai padat. Begitupun diIndonesia juga penduduk sudah mulai padat. Maka tak heran korban yang berjatuhan sangatlah banyak, terutama diwilayah negara kita tercinta ini.
Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sundaantara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dantsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasanSamudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australiadan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langitNorwegia hingga New York.
Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusanGunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh pada masa ketika populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.
Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

Awan : Pengertian, Proses Terbentuknya, dan Perannya Bagi IKlim dan Bumi.





Awan memberikan pengaruh yang sangat besar pada cuaca dan iklim kita. Mereka adalah elemen kunci siklus hidrologis bumi, yang membawa air dari udara ke tanah dan dari satu wilayah dunia ke yang lainnya. Awan juga mendominasi anggaran energi Bumi melalui pengaruh mereka pada pertukaran energi panas matahari dalam atmosfer dan antara atmosfer, hidrosfer, permukaan tanah, biosfer, dan ruang, karena awan memiliki dampak besar pada anggaran radiasi bumi, bahkan perubahan kecil dalam kelimpahan atau distribusi awan bisa mengubah iklim lebih dari perubahan yang diantisipasi dalam gas rumah kaca, anthropogenic aerosol, atau faktor-faktor lain yang terkait dengan perubahan global. Perubahan iklim yang disebabkan oleh awan pada gilirannya menimbulkan perubahan dalam awan karena iklim: cloud-climate feedback. Masukan ini dapat bernilai positif (memperkuat perubahan) atau negatif (cenderung untuk mengurangi perubahan total), tergantung pada proses yang terlibat. Pertimbangan ini menyebabkan para ilmuwan untuk percaya bahwa ketidakpastian utama dalam simulasi model iklim yang disebabkan oleh kesulitan dalam awan dan cukup mewakili sifat radiasi awan.
Awan adalah gumpalan uap air dan kristal es yang terapung di atmosfir yang sangat kecil atau campuran keduanya dengan konsentrasi berorde 100 per centimeter kubik dan mempunyai radius sekitar 10 mikrometer. Ia kelihatan seperti asap berwarna putih atau kelabu di langit. Masalah awan biasanya dipelajari pada nephologi atau fisika awan yang merupakan cabang dari meteorologi.
Awan terbentuk jika volume udara lembab mengalami pendinginan sampai dibawah temperatur titik embunnya. Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini bisa terjadi dengan dua cara:
  • Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfir lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin penuh dengan uap air.
  • Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfer lembab. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air
Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan.
Jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Pengasaman Laut yang Mengancam Hidup Manusia




Ilmuwan mengingatkan bahaya pengasaman Laut Arktik akibat tingginya emisi karbon dioksida. Pengasaman bisa merusak ekosistem Arktik yang rentang serta berdampak besar pada manusia.

Berdasarkan studi yang dipimpin oleh Richard Bellerby dari Bjerknes Centre for Climate Research yang dipaparkan Senin (6/5/2013) dalam konferensi di Bergen, Norwegia, keasaman laut meningkat 30 persen sejak era industri dan mencapai level tertinggi dalam 55 juta tahun.

"Lautan Arktik lebih rentan dari lautan lain karena air dinginnya menyerap lebih banyak karbon dioksida. Lautan itu juga disuplai oleh air sungai dan es yang meleleh yang membuat netralisasi akibat pengasaman oleh karbon dioksida sulit terjadi," ungkap Bellerby.

Lebih lanjut, Bellerby menuturkan, peningkatan pencairan es Arktik juga semakin memperparah. Air bertambah, sehingga penyerapan karbon dioksida juga bertambah. Keasaman perairan Islandia dan Barents berkurang 0,02 per dekade sejak akhir tahun 1960-an. 

Peningkatan keasaman sulit dikembalikan ke nilai semula. Bahkan, jika emisi karbon dioksida dihentikan, butuh puluhan ribu tahun untuk mengembalikan pada nilai keasaman sebelum permulaan era industri.

Pengasaman laut mengancam beragam jenis spesies, seperti terumbu karang, hewan lunak, dan hewan pteropoda seperti malaikat laut dan kupu-kupu laut. Pengasaman juga berpotensi menyebabkan kepunahan spesies-spesies bintang laut.

Gangguan pada satu tingkatan ekosistem berpotensi besar mengganggu kebutuhan tingkatan lain dalam eksositem tersebut. Kepunahan beberapa spesies berdampak pada minimnya stok ikan yang akhirnya juga mengancam kelangsungan hidup manusia, terutama masyarakat adat yang sangat bergantung pada laut.

Beberapa spesies mungkin menikmati keuntungan dari pengasaman lautan. Namun, hal itu bukan alasan untuk tidak bertindak. Sam Dupont dari Gothenburg University di Swedia seperti dikutip AFP, Senin, menegaskan kembali pentingnya memperhatikan masalah perubahan iklim, bukan cuma soal krisis ekonomi.

Teori Terbitnya Matahari dari Barat




Hampir 1.400 tahun silam, Rasulullah Muhammad saw mengatakan ” “Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).
Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari. Setelah itu, gerakan matahari kembali normal hingga terjadinya kiamat.

Fenomena alam itu dibenarkan oleh seorang ilmuwan dan peneliti NASA, Demitri Bolykov, yang menyebut pergerakan bumi tiap tahun bertambah cepat dan pada suatu saat akan mengakibatkan dua kutub magnet (poros) bumi berganti tempat. Bolykov menyebut “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Dan saat itulah matahari akan terbit (keluar) dari arah Barat!

Temuan itu terjadi saat Bolykov bergabung dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.

Penelitian dilakukan pada sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori tentang perputaran bumi dan porosnya.

Peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan dan ditempatkan pada badan bermagnet yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.
Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya.

Fenomena ini dikenal dengan istilah “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.

Menurut Bolykov, pada realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari. Atas dasar ini posisi dan arah kutub utara bergantung. Balykov mengklaim telah dilakukan berulang penelitian bahwa kutub magnet bumi mulai tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun.

Namun pada tahun-tahun terjadi kecepatan hingga 40 km dalam setahun.
Bahkan pada tahun 2001 silam, diketahui kalau kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak.

“Berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat dan akan menuju pada arah yang saling berlawanan. Bila itu terjadi, matahari akan terbit dari barat,” jelas Bolykov.
Balykov mengaku, temuan dan penelitian yang dia lakukan bersumber dari hadis Nabi Muhammad yang menyatakan suatu saat akan terjadi fenomena alam matahari akan terbit dari barat.

Menurut Balykov, dengan penelitian dan percobaan fisika yang dilakukannya, sangat besar kemungkinan hadis Nabi itu akan menjadi kenyataan, mengingat pergerakan poros bumi sudah mengalami pergerakan.

Sejak Tahun 2000 Dunia Mengalami Suhu Terpanas Sejak 1985



WASHINGTON– Badan cuacaPersatuan Bangsa-Bangsa (PBB)mengkonfirmasi bahwa 2012 lalu merupakan tahun terpanas kesembilan sejak 1850 silam. Bahkan, mereka mengklaim selama 27 tahun berturut-berturut panas ini sudah di atas rata-rata.

Dalam laporan iklim tahunan World Meteorological Organization (WMO) tercatat bahwa tahun lalu suhu rata-rata global melebihi 58 derajat Fahrenheit (sekira 14 derajat celcius), meskipun sudah terkena pengaruh pola cuaca La Nina.

Dilansir LATimes, Jumat (3/5/2013), La Nina terjadi ketika suhu permukaan air di utara dan selatan Samudera lebih dingin dari suhu rata-rata. Sebaliknya, El Nino terjadi ketika suhu air lebih tinggi di atas suhu normal.

Selain itu, tercatat juga dari 2001-2012 merupakan 11 tahun terpanas. “Hal ini dikarenakan naiknya suhu permukaan laut dan cuaca ekstrim,” ucap sekertaris jenderal WMO, Michel Jarraud.

“Meskipun variabilitas iklim alami selalu menghasilkan cuaca ekstrim, tetapi karakteristiknya secara fisik semakin terbentuk dengan adanya perubahan iklim saat ini,” lanjutnya.

Secara keseluruhan, perubahan iklim telah menjadi sumber ketidakpastian bagi sektor pertanian dan energi yang berujung pada sektor ekonomi. Misalnya saja, Amerika Serikat (AS) dan Eropa Tenggara mengalami kondisi kekeringan yang luar biasa pada tahun lalu. Sementara, Afrika Barat justru dilanda banjir parah.

“Kita perlu memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perilaku perubahan cuaca ekstrim  akibat dari pemanasan global. Sehingga, ke depannya mampu mengelola risiko terkait dengan peningkatan suhu dan dapat memberikan peringatan dini bagi masyarakat dunia,” tutup Jarraud.


sumber : okezone

Puting Beliung : Pengertian, Karakteristik, Penyebab Terjadinya, Proses Terjadinya, dan Dampaknya.



1. Pengertian Puting Beliung

Orang awam menyebut angin puting beliung angin Leysus, di daerah Sumatera disebut Angin Bohorok dan masih ada sebutan lainnya. Angin jenis ini yang ada di Amerika yaitu Tornado mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter. Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Ada beberapa sebutan untuk puting beliung. 

Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pacaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

2. Karakteristik Angin Beliung

*Puting beliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama  
  periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting
  beliung.
*Kehadirannya belum dapat diprediksi.
*Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal.
*Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner.
*Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan.
*Lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak di daerah dataran rendah.

3. Penyebab terjadinya

Penyebab Terjadinya Angin Puting Beliung disebabkan karena Udara panas dan dingin bertemu, sehingga saling bentrok dan terbentuklah puting beliung.

Selain itu juga karen Dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun Kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan.

4. Proses terjadinya puting beliung

Proses terjadinya angin puting beliung, biasanya terjadi pada musim pancaroba pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul, akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertikal, selanjutnya di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi menghembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak.

5. Dampak Terjadinya Puting Beliung

Dampak terjadinya puting beliung antara lain:
1. Rusaknya rumah dan infrastruktur suatu daerah
2. Dapat menimbulkan korban jiwa.
3. Rusaknya kebun-kebun warga
4. Kerugian Material.
5. banyak puing-puing dan sampah yang terbawa puting beliung dan berserakan
6. Terganggunya kegiatan-kegiatan ekonomi.


Bumi Ternyata Memiliki Pelumas yang Membuat Terjadinya Gempa Besar


                    


Selama puluhan tahun, peneliti geologi berdebat mengenai faktor pendorong dan keadaan yang membuat pelat tektonik Bumi meluncur yang mengakibatkan terjadinya gempa bumi besar.

Berbagai hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa air yang larut dalam lapisan mineral di mantel Bumi membuat lapisan mantel yang lebih elastis yang mungkin mempermudah terjadinya gerakan pada pelat Bumi. Namun hingga kini bukti yang dibutuhkan untuk mengonfirmasi gagasan tersebut sulit didapatkan.

Riset terbaru peneliti Scripps Institution of Oceanography di University of California San Diego dan Woods Hole Oceanographic Institution mengungkap bahwa lapisan magma di mantel Bumi mungkin memiliki peran sebagai 'pelumas' yang membuat pelat tektonik bumi tergelincir. Inilah yang kemudian menyebabkan gempa besar.

Fakta itu terungkap dari ditemukannya lapisan magma setebal 25 km di tengah benua Amerika pada parit Nikaragua. Lapisan magma itu diketahui berada di bawah tepi pelat Cocos dimana pelat itu bergerak di bawah Amerika Tengah.

Gambar lokasi magma tersebut diambil selama ekspedisi pada tahun 2010, setelah peneliti berhasil merekam sinyal elektromagnetik yang memetakan sifat dari kerak dan mantel Bumi. Mereka menemukan adanya magma di tempat yang tidak mereka kira sebelumnya.

"Hasil ini benar-benar di luar dugaan" ujar Kerry Key, asisten penelitian geofisika di Cecil H. and Ida M. Green Institute of Geophysics and Planetary Physics at Scripps, yang terlibat dalam penelitian.

"Kami berangkat dengan untuk mendapatkan jawaban mengenai bagaimana cairan berinteraksi dengan subduksi pelat Bumi. Akan tetapi kami justru menemukan sebuah lapisan magma yang kami tidak duga akan kami temukan. Temuan ini sangat mengejutkan" jelasnya.

Samer Naif, ketua tim peneliti yang juga mahasiswa pascasarjana di Scripps, mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki, air tidak dapat mengakomodasi sifat-sifat kerak dan mantel bumi.

"Informasi yang kami dapat dari gambar terbaru mengonfirmasi sebuah gagasan bahwa diperlukan adanya magma di lapisan atas mantel. Hal itulah yang membantu terciptanya sifat elastis pelat bumi, yang membuat ia tergelincir," kata Naif seperti dikutip Science Daily,

Menurut peneliti, temuan ini akan membantu para geolog memahami struktur dari batasan pelat bumi dengan lebih baik serta bagaimana hal tersebut berdampak pada gempa bumi dan vulkanisme.

Kini peneliti sedang berupaya menemukan sumber yang menyuplai magma ke dalam lapisan Bumi yang baru terungkap itu.

Dalam penelitiannya, Naif dan Key dibantu oleh Steven Constable dari Scripps, dan Rob Evans dari Woods Hole Oceanographic Institution. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature, Kamis (21/3/2013).
Sumber :

Ternyata Semut Dapat Mendeteksi Akan Terjadinya Gempa





gempa bumi adalah peristiwa alam berupa bergetarnya bumi dan juga merupakan peristiwa alam yang paling belum bisa diperkirakan kapan akan terjadi. Gempa baru diketahui ketika getarannya sudah terasa. Namun, penelitian terakhir di Jerman mendapatkan bakal terjadinya gempa bisa dirasakan semut merah hutan (red wood ant).

Penelitian yang dilakukan Gabriele Berberich dari University Duisburg-Essen, Jerman, menemukan perubahan perilaku semut ketika gempa bumi akan terjadi. Gelagat bakal terjadinya gempa bisa diketahui dari "kegelisahan" para semut ini, terlihat dari dilanggarnya pola hidup diurnal.

Semut adalah hewan dengan pola hidup normaldiurnal, yang aktif di siang hari untuk mengumpulkan makanan dan beraktivitas, kemudian istirahat di malam hari. Namun, ketika gempa akan terjadi, koloni semut merah ini akan terus terjaga sepanjang malam di luar sarang mereka sekalipun situasi ini membuat mereka rentan diserang pemangsa. 

Saat gempa usai, perilaku normal akan kembali meskipun tak serta-merta. Dalam penelitian itu, perilaku semut merah terpantau normal sehari setelah gempa berlalu.

Gabriele Berberich dan tim penelitinya mengamati perilaku semut merah di habitat aslinya di hutan. Penelitian dilakukan selama tiga tahun pada 2009-2012. Selama periode penelitian, perilaku semut merah direkam dalam video, 24 jam sehari.

Dalam rentang waktu penelitian, tercatat ada 10 kali gempa dengan kekuatan berkisar 2-3,2 skala Richter (SR). Dari peristiwa inilah, para peneliti menemukan perubahan perilaku setiap kali gempa bakal terjadi, yang itu pun hanya terjadi untuk gempa dengan kekuatan melebihi 2 SR. Gempa 2 SR juga merupakan kekuatan getaran terkecil yang bisa dirasakan manusia. 

Saat menjelaskan hasil kajiannya di pertemuan tahunan European Geosciences Union di Vienna, Austria, Kamis (11/4/2013), Berberich menjelaskan perubahan perilaku semut sebelum gempa bumi diduga ada kaitannya dengan reseptor yang mereka miliki. Perubahan perilaku ini juga dikaitkan dengan berubahnya emisi gas atau medan magnet bumi yang terjadi di habitat semut ketika gempa terjadi.

Berberich mengatakan, semut merah hutan memiliki dua reseptor. Keduanya ialah reseptor kimi (chemoreceptor) untuk mendeteksi kadar karbon dioksida dan reseptor magnet (magnetoreceptor) untuk "memantau" medan elektromagnet. "(Namun) kami belum yakin mengapa atau bagaimana mereka bereaksi pada rangsangan atau stimulus yang muncul," aku Berberich sebagaimana dikutip OurAmazingPlanet, Kamis (11/4/2013). Karena itu, dia dan tim penelitinya berencana memperdalam kajian ini di wilayah dengan aktivitas kegempaan lebih tinggi untuk melihat reaksi semut-semut merah terhadap gempa yang lebih besar.
Penelitian ini juga mendapatkan temuan lain, masih terkait dengan semut merah hutan. Lokasi sarang semut ini ternyata juga memunculkan fakta unik. 

Para peneliti mendapatkan sekitar 15 ribu sarang semut di obyek penelitian dan mereka menyebut posisi sarang itu sebagai tumpukan permen di atas ban berjalan untuk menggambarkan barisan sarang itu di sepanjang patahan Jerman.

Pendapat-Pendapat Tentang Penyebab Peristiwa Aneh Di Segitiga Bermuda





Tentu banyak dari kita yang sudah tahu tentang fenomena aneh yang terjadi disegitiga bermuda. Segitiga bermuda terletak di Samudera atlantik yang membentuk segitiga antara bermuda, puerto riko, dan miami negara bagian Florida.

Berikut adalah penjelasan dari beberapa narasumber yang menyatakan keanehan Segitiga Bermuda bahwa di sana terdapat gasmethan, dianggap kapal yang hilang di sana telah melampaui batas kargo, Pangkalan UFO, tempat berkumpulnya para setan golonganJin (Istana Setan) dan ada yang mengatakan bahwa di sanalah terletak telaga "Air Kehidupan" yang sanggup membuat awet muda dan panjang umur.

Muatan berlebihan (melebihi muatan yang ditentukan)
Peta tempat-tempat yang mengandung gas methana
Perusahaan asuransi laut Lloyd's of London menyatakan bahwa segitiga bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa di seluruh dunia, asalkan tidak membawa angkutan melebihi ketentuan ketika melalui wilayah tersebut. Penjaga pantai mengkonfirmasi keputusan tersebut. Penjelasan tersebut dianggap masuk akal, ditambah dengan sejumlah pengamatan dan penyelidikan kasus.

Gas Methana dan pusaran air
Penjelasan lain dari beberapa peristiwa lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius adalah adanya gas metana di wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kali tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.
Menurut Bill Dillon dari U.S Geological Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Didaerah segitiga maut Bermuda, tapi juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat "tambang metana". tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yang tidak dapat ditembusnya. Gas ini dapat muncul secara tiba-tiba dari dasar laut retak.
Air yang dilalui gas ini mendidih sampai terlihat sebagai "air bercahaya putih". Blow out serupa yg pernah terjadi dilaut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak sebagai korban. Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh kedalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yang semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi didasar laut, menimbun mereka semua.

Gempa laut dan gelombang besar
Teori ini mengatakan gesekan dan goncangan di tanah di dasar Lautan Atlantik menghasilkan gelombang dahsyat dan seketika kapal-kapal menjadi hilang kendali dan langsung menuju dasar laut dengan kuat hanya dalam beberapa detik. Adapun hubungannya dengan pesawat, maka goncangan dan gelombang kuat tersebut menyebabkan hilangnya keseimbangan pesawat serta tidak adanya kemampuan bagi pilot untuk menguasai pesawat.

Gravitasi
Gravitasi (medan graviti terbalik, anomali magnetik graviti) dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Segitiga Bermuda; sesungguhnya kompas dan alat navigasi elektronik lainnya di dalam pesawat pada saat terbang di atas Segitiga Bermuda akan goncang dan bergerak tidak normal, begitu juga dengan kompas pada kapal, yang menunjukkan kuatnya daya magnet dan anehnya gravitasi yang terbalik.

Pangkalan U.F.O.
Pemerintah dan Akademis Independen A.S. mengatakan Segitiga Bermuda disebabkan karena tempat tersebut merupakanPangkalan UFO sekelompok mahkluk luar angkasa/alien yang tidak mau diusik oleh manusia, sehingga kendaraan apapun yang melewati teritorial tersebut akan terhisap dan diculik. Ada yang mengatakan bahwa penyebabnya dikarenakan oleh adanya sumber magnet terbesar di bumi yang tertanam di bawah Segitiga Bermuda, sehingga logam berton-tonpun dapat tertarik ke dalam.

Lorong waktu (worm holes)
Dalam sejarah, orang, kapal-kapal, pesawat terbang dan lain-lain sebagainya yang hilang secara misterius seperti yang sering kita dengar di perairan Segitiga Bermuda, sebenarnya adalah masuk ke dalam lorong waktu yang misterius ini.
Seorang ilmuwan Amerika yang bernama Ado Snandick berpendapat, mata manusia tidak bisa melihat keberadaan suatu benda dalam ruang lain, itulah obyektifitas keberadaan lorong waktu.
Dalam penyelidikannya terhadap lorong waktu, John Buckally mengemukakan teori hipotesanya sebagai berikut:
  • Obyektifitas keberadaan lorong waktu adalah bersifat kematerialan, tidak terlihat, tidak dapat disentuh, tertutup untuk dunia fana kehidupan umat manusia, namun tidak mutlak, karena kadang-kadang ia akan membukanya.
  • Lorong waktu dengan dunia manusia bukanlah suatu sistem waktu, setelah memasuki seperangkat sistem waktu, ada kemungkinan kembali ke masa lalu yang sangat jauh, atau memasuki masa depan, karena di dalam lorong waktu tersebut, waktu dapat bersifat searah maupun berlawanan arah, bisa bergerak lurus juga bisa berbalik, dan bahkan bisa diam membeku.
  • Terhadap dunia fana di bumi, jika memasuki lorong waktu, berarti hilang secara misterius, dan jika keluar dari lorong waktu itu, maka artinya adalah muncul lagi secara misterius.
Disebabkan lorong waktu dan bumi bukan merupakan sebuah sistem waktu, dan karena waktu bisa diam membeku, maka meskipun telah hilang selama 3 tahun, 5 tahun, bahkan 30 atau 50 tahun, waktunya sama seperti dengan satu atau setengah hari.
Meskipun beberapa teori dilontarkan, namun tidak ada yang memuaskan sebab munculnya tambahan seperti benda asing bersinar yang mengelilingi pesawat sebelum kontak dengan menara pengawas terputus dan pesawat lenyap.

Penyebab 5 Danau ini Paling Mematikan di Dunia


Didunia ini banyak sekali terdapat danau. Dari danau alami hingga danau buatan. Pada dasarnya fungsi danau adalah untuk meyimpan cadangan air , tempat budidaya ikan , bahkan bisa dimanfaatkan untuk rekreasi sehingga mampu mendongkrak ekonomi suatu wilayah yang terdapat danau tersebut.

Banyak danau didunia ini dan umumnya danau tersebut indah dan sangat berguna bagi kehidupan manusia. Namun berbeda dengan danau-danau berikut ini. Berikut ini adalah beberapa danau-danau yang mematikan didunia bahkan bisa membunuh manusia disekitarnya dan juga penyebab danau tersebut mematikan.

1. Danau Karachay , Rusia


Berwisata didanau mungkin sanagat mengasyikkan dan menyenangkan apalagi dengan biaya yang sangat murah seperti didanau ini. Namun jangan salah, karena anda harus berhati-hati disini karena pada tahun 1990 satu jam saja anda berdiri ditepi danau ini anda bisa saja terbunuh.

Hal ini disebabkan karena ditempat ini merupakan tempat pembuangan limbah radioaktif oleh perusahaan nuklir Mayak Assosiation selama 45 tahun. Walaupun sekarang danau tersebut sudah dibuka untuk umum tapi tetap saja danau ini masih terdapat sisa-sisa limbah radioaktif.

Mayak adalah salah satu pabrik nuklir paling penting di Rusia, dan awalnya area ini dilarang dimasuki orang asing selama 45 tahun. Namun pada 1992, area ini dibuka untuk umum dan para ilmuwan yang menelitinya mengatakan bahwa ini adalah area paling tercemar di Bumi

2. Danau Kivu di Rwanda



Ini merupakan danau terdalam ke 18 di dunia. Dengan kedalaman 480 meter dan luas sekitar 7200 m. Sepintas danau ini biasa saja bahkan di sekitar danau ini masih ada pemukiman penduduk dengan jumlah penduduk sekitar dua juta orang. Tapi ternyata danau ini sewaktu-waktu bisa meledak. Hal ini disebabkan karena apabila aktivitas vulkano didanau ini bereaksi dengan gas-gas yang ada disana.

Selain itu juga dipermukaan danau ini terdapat banyak gas karbondioksida. Yang mana kita tahu karbondioksida merupakan gas beracun. Yang bisa membuatmu mati lemas.

3. Danau Nyos di Kamerun



Danau ini merupakan danau kawah gununng api di Kamerun yang mana didalam danau ini terdapat kantong magma yang masih aktif. Kantong magma ini juga melepaskan karbon dioksida sehingga air didanau ini menjadi air asam. Gas ini juga yang bisa menyebabkan sewaktu-waktu danau ini meledak.

Pada tahun 1998 disekitar danau ini bahkan terjadi peristiwa yang menewaskan 1.800 warga disekitar danau tersebut akibat dari adanya awan raksasa karbondioksida yang dilepaskan oleh kantung magma didanau tersebut.

4. Danau Yelowstone di Amerika Serikat



Banyak yang mengatakan danau ini bagaikan bom waktu yang bisa sewaktu-waktu meledak tanpa kita duga. Ini disebabkan karena danau ini berada di area vulkanik yang aktif dan di dasar danau ini juga terdapat kubah api yang masih aktif juga. Bahkan ilmuwan mengatakan bahwa ribuan tahun yang lalu disini terjadi ledakan yang sanagat besar tapi untung saja tidak ada korban jiwa dari ledakan tersebut. Hal ini dikarenakan pada saat ledakan tersebut didanau ini tidak berpenghuni. Danau ini terletak di Taman Nasional Yellowstone dan merupakan warisan dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO.

5. Danau Horseshoe di California



Sama seperti danau Nyos di Kamerun Danau Horseshoe ini yang berada di Taman Nasional Lassen Volcanic Amerika Serikat ini juga berbahaya. Hal itu karena didanau ini berada didaerah vulkanik aktif. Danau ini sangat mematikan karena kandungan gas karbon dioksida yang dapat membuatmu mati keracunan. 

Pada tahun 2006 silam danau ini merenggut tiga nyawa wisatawan yang berkunjung. Mereka meninggal karena keracunan karbon dioksida.